SHOLAT TAROWEH

0

Tempat Romantis – Sholat taroweh adalah sholat sunah yang hanya dilakukan di malam bulan Romadhon,  selain bulan Romadhon tidak ada sholat taroweh.

Awal mulanya Rasulullah sholat taroweh ini secara munfarid artinya sendirian tidak mengajarkan untuk berjamaah. Tapi ketika para sahabat tau Rasulullah sedang sholat tersebut kemudian para sahabat mengikuti dibelakangnya,  pada malam berikutnya justru pesertanya semakin banyak.

SHOLAT TAROWEH

Ketika Rasulullah tau kalau sahabat semakin banyak yang datang akhirnya Rasulullah tidak lagi melanjutkannya di masjid khawatir memberatkan umatnya.

Ketika Rasulullah ditunggu-tunggu kehadirannya tapi tidak datang, akhirnya para sahabat sholat sendiri sendiri.  Melihat kenyataan ini akhirnya sahabat Umar RA berinisiatif mengumpulkan jamaah dari para sahabat tersebut untuk sholat bareng-bareng secara berjamaah dengan bilangan rokaat sebanyak 20.

Tadi malam saya pertama kali mengikuti sholat taroweh di masjid Nabawi,  masjid Rasulullah dan jumlah rokaatnya 20, Bacaan surat-surat dalam sholat tersebut tentu dari ayat2 alquran dimulai dari juz 1, 2, 3 dan seterusnya sampai khatam.

Tadi malam dibacakan juz yang ketiga dalam alquran,  bagi jamaah itu mempermudah mengingat hitungan malam keberapa terawehnya,  jadi setiap malam dikhatamkan satu juz ditambah sedikit dalam sholat tersebut sehingga pas malam terakhir puasa maka bacaan surat dalam teroweh ya juz bagian akhir surat2 dalam alquran.

Dalam sholat teraweh semalam terdapat 10 salaman,  artinya setiap dua rokaat satu salam ditambah 3 rokaat witir dengan dua salaman.

Durasi waktu sholat Isyak, taroweh plus witir kurang lebih 2 jam.  Sholat Isyaknya dimulai pukul 21:00  waktu Madinah.  Meski Isyaknya masuk sekitar mulai pukul 20:00 an karena memberi tambahan ruang waktu untuk jamaah dalam berbuka puasa agar lebih longgar.

Selamat menunaikan ibadah puasa jangan lupa kerjakan solat malam, qiyamullail dengan sempurna, dengan harapan agar dosa-dosa yang telah lalu diampuni oleh Allah SWT.  Man shoma/qooma romadlona imaanan wahtisaban ghufiro lahu maa taqoddama min dzanbihi.

By Nur Akhlis II

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.